PEKANBARU – Bertempat di Komplek Perkantoran Bisnis Central, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (11/3/2019), PT International Business Futures (IBF) gelar syukuran terkait telah dibukanya galeri perusahaan yang bergerak di bidang pialang.

Komisaris Utama PT IBF Budiman Wijaya didampingi Saiful Rahman selaku partner PT IBF mengatakan, perusahaan yang berdiri sejak 2005 ini menawarkan beragam produk dan layanan investasi berjangka.

“Saat ini kita sudah memiliki galeri diberbagai kota, seperti di Purwokerto, Solo, Surabaya, Palembang, dan Pekanbaru. Kedepan, kita sudah merancang melebarkan sayap ke Banjarmasin, Medan, Makasar, dan kota kota lainnya di Indonesia,. Target kita tahun ini bertambah 10 sampai 15 kantor cabang di seluruh Indonesia,” ucap Saiful.

Jika planning tersebut berjalan baik, maka dikatakannya PT IBF akan bisa mensejajarkan diri dengan perusahaan perusahaan pialang di negeri ini. Tak muluk muluk, cukup masuk dalam Lima besar perusahaan terbaik dan terbesar.

Khusus untuk Kota Pekanbaru, dia mengatakan pangsa pasarnya sangat bagus. Banyak pengusaha pengusaha besar di Riau. Pun begitu, target IBF tidak hanya terfokus pada kalangan ekonomi atas, tapi juga membidik kalangan menegah (middle).

“Perusahaan kita menawarkan beragam produk. Seperti Produk Komoditi Primer, transaksi Valuta Asing (Foreign Exchange), Loco London Gold dan Indeks Saham (Stock Index), dan produk lainnya. Jadi, semua kalangan bisa gabung disini,” tukasnya.

Layanan prima yang ditawarkan, sudah barang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Riau, khususnya Kota Pekanbaru untuk bergabung dan berinvestasi di IBF. Apalagi PT IBF dalam misinya mengusung “Zero Complain’. Artinya, jika Ada nasabah yang komplain, perusahaan bisa mengatasinya.

“Prinsip kita, jangan sampai ada masalah di nasabah. Ini yang paling penting kita lakukan agar kepercayaan masyarakat lekat kepada kita,” pungkasnya.

Lantas, apa upaya yang dilakukan perusahaan untuk menambah nasabah? Dikatakannya, edukasi yang diberikan diyakini bisa membantu memberikan pengetahuan soal bisnis investasi.

“Kita hadir bukan semata profit oriented, tapi bagaimana kita merubah mindset masyarakat terkait bisnis investasi. Makanya, lewat edukasi yang kita berikan diharap bisa membuat masyarakat paham dan mengerti,” tutupnya.(Fz)