PEKANBARU – Berbicara terkait nuklir selama ini stigmasi masyarakat selalu mengarah pada hal negatif berupa bom atau perang. Pada hal nuklir tersebut banyak manfaat bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan, seperti terkait kesehatan, pertanian dan lainya. Sehingga persepsi seperti ini harus dihilangkan dari imajinasi masyarakat menjadi hal positif.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Sayed Abubakar A Assegaf saat memberikan sambutan pada kegiatan ”Diseminasi Iptek Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Indonesia” yang digelar Komisi VII DPR RI bersama BAPETEN, dengan peserta masyaraka perwakilan berbagai daerah di Riau. Rabu (20/3) di Pekanbaru yang juga dihadiri Sekretaris Utama Bapeten,
Bapak Hendriyanto Hadi Tjahyono.

Sayed Assegaf mengatakan, sosialisasi nuklir ini sangat penting bagi masyarakat, karena energi nuklir ini merupakan salah satu kecanggihan yang wajib dipahami masyarakat karena dampak positifnya sangat luar biasa yang bisa dimanfaatkan dan membantu masyarakat menjalankan menjalani kehidupan. Terutama masyarakat Riau yang melekat dengan pertanian maupun perkebunan.

“Kita tidak pungkiri stigma masyarakat selama ini nuklir ini pasti terkait bom atau perang, pada hal banyak manfaat yang mampu membantu kehidupan masyarakat. Maka itu masyarakat harus tahu dan paham apa sebenarnya nuklir itu,” kata Sayed Assegaf.

Menurut pria yan akrab disapa Ibeck ini, teknologi nuklir memang jarang jadi pembahasan dilingkungan masyarakat. Maka itu wajar juga masyarakat tidak tahu dan memahami hal tersebut. Maka itu dengan adanya Iptek ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan masyarakat kedepan.

Sayed Assegaf mencontohkan beberapa manfaat teknologi nuklir bagi masyarakat di Riau, seperti untuk bidang pertanian dan perkebunan yang merupakan kekayaan masyarakat Riau. Dimana teknologi nuklir untuk pertanian dan perkebunan ini bisa mempercepat atau menjadikan bibit jadi bibit unggul dengan hasil priduksi lebih besar dari hasil biasanya. Misalnya saja padi atau sawit dengan menggunakan bahan nuklir bisa menambah hasil panen luar biasa dibandingkan sebelumnya.

“Jadi kita harap, masyarakat busa serius mengikuti sosialisasi ini agar betul-betul paham dan bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya.

Lebih jauh ia berharap, kedepan masyarakat Riau tidak lagi berfikir jika nuklir itu tidak hanya teknologi untuk perang atau lainya. Tapi juga merupakan teknolgi canggih yang bisa mendorong kehidupan masyarakat dalam berusaha maupun menjalani kehidupan sehari-hari. “Jadi nuklir itu tidak hanya untuk bom atau perang tapi juga sangat bermanfaat untuk kehidupan kita,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Utama BAPETEN Hendriyanto Hadi Tjahyono, mengatakan BAPETEN juga bertanggung jawab dan menjamin keselamatan dan keamanan terkait teknologi nuklir ini. Untuk itu, kerja sama dengan mitra Komisi VII Anggota DPR RI ini akan menjadi awal memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Saya yakin Bapak ibu sudah pernah merasakan nuklir ini, yaitu seperti rontgen. Untuk keamanan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia BAPETEN selalu menginspeksi izin pemanfaatan nuklir yang telah diberikan,” katanya.

Ia mengakui, jika teknologi nuklir memang jarang dibahas dengan masyarakat sesuai yang disampaikan bapak Sayed Assegaf. Maka itu dengan adanya pertemuan ini semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan masyarakat kedepannya.

“Sisialisasi ini BAPETEN juga melalui tiga pilar pengawasan yaitu Peraturan, Perizinan, dan Inspeksi, dan kesempatan itu juga diperkenalkan teknologi nuklir di bidang mana saja tenaga nuklir ini bisa dimanfaatkan, dan bagaimana efek radiasi terhadap manusia,” tuturnya.